Padang, 6 April 2026 — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur, seperti ASN Pemerintah Provinsi, TNI, Polri, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga LSM. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di Sumatera Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat, Barlius, beserta pejabat struktural BPSDM. Turut hadir pula perwakilan dari berbagai instansi terkait, seperti TNI, Polri, BPBD, PMI, serta organisasi kebencanaan lainnya. Kegiatan ini juga menghadirkan tim fasilitator dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Forum PRB, BPBD Provinsi, dan BPSDM.
Dalam laporan ketua panitia, Barlius menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dengan metode blended learning. Tahap e-learning telah dilaksanakan pada 30 Maret hingga 3 April 2026, dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal tatap muka di BPSDM Provinsi Sumatera Barat pada 6 hingga 10 April 2026. Selain itu, peserta juga akan mengikuti kegiatan field study ke BPBD Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia mengingatkan bahwa Sumatera Barat merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, seperti banjir, banjir bandang, dan gempa bumi.
“Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, akademisi, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun kesiapsiagaan yang efektif dan responsif terhadap potensi bencana,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur juga menyampaikan bahwa pentingnya kesiapsiagaan sebelum terjadinya bencana telah diajarkan dalam ajaran agama, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 55 dan Al-Anfal ayat 30.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menyusun rencana kontingensi yang komprehensif dan aplikatif, sehingga dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di Sumatera Barat.
.